Google | Youtube | Al-Ahkam | IslamGRID | Islamic Research Foundation | Palestinkini | Dunia Muslim | Ilmu Sunnah |

Aug 10, 2012

Ramadhan - Memaknakan ia

Bismillahirrahmanirrahim . 

We're now on 22nd Ramadhan 1433H . How time flies . Hmm .
Reflecting what  i've done throughout firts phase of Ramadhan till this moment,
i can say that Ramadhan 1433 is my better one compared to years before . 
We can say anything that we want to , but indeed Allah is the best judges .

Bagaimanakah memaknakan Ramadhan ?

Mungkin ada yang menilai maksud memaknakan Ramadhan adalah dengan menyumbat pelbagai amalan di dalamnya . Saya tidak menafikannya . 
Masih terdapat skop yang lebih luas untuk kita teliti . 
Apakah Ramadhan in Allah ciptakan agar umat Islam menyumbat segala amalan2 mereka 
di dalam bulan itu ?

Ahsanu bukan Aksaru
Dan Dialah yang menciptakan alam kematian dan kehidupan , untuk melihat dari kalangan kamu siapakah yang terbaik amalannya .
[Al-Mulk ;2]

Yang terbaik amalannya . Allah SWT menggunakan kalimah ahsanu (terbaik) , 
bukan aksaru (terbanyak) . 

Hakikatnya , amal yang kemas , bermakna , memberikan kesan adalah lebih baik kita usahakan untuk dicapai berbanding kita gelojoh , tergesa-gesa menambah amalan
 namun amalan2 itu langsung tidak memberi apa2 makna pada diri kita . 


Menjelang Ramadhan , manusia berlumba-lumba menghabiskan 30 juzuk al-Quran . 
Bahkan ada yang khatam 2-3 kali . Begitulah resminya bulan Ramadhan ,
 manusia bangkit bertarawih . Ada yang 8 rakaat , ada yang 20 rakaat . 
Yang mana kalau didarab dengan 30 hari , bilangannya akan mencapai ratusan .

Itu belum dikira pelbagai amalan lain seperti menjauhi maksiat telinga , tangan , mata
 dan kaki seterusnya melakukan solat sunat , bersedekah dan sebagainya . 
Tapi , anehnya bila semua yang tertera tu tak beri kesan dalam kehidupan kita hari ini . 
Kita masih seorang Muslim yang pasif , yang tidak memberikan manfaat kepada Islam, hamba yang jauh daripada Penciptanya , yang jauh daripada Allah SWT .

Tidak mengapa tarawih kita cuma 8 rakaat dan bacaannya tak panjang sekalipun , 
asalkan kita faham apa yang kita baca, mendalami apa yang kita sebut. 
Biar ia jadi bekalan untuk lebih memahami Islam seluruhnya dan mengapa kita perlu mengamalkannya sebagai cara hidup .
Tidak mengapa 30 juzuk al-Quran tak habis dibaca(tadarus) , asalkan tajwid dan fasohah diperbaiki dan baca dengan tartil , faham apa yang kita baca .
Best ke kalau kita baca novel tapi langsung tak faham isinya ?
Langsung tak menarik kan ? Buang masa adalah . 

Biarlah amal kita kelihatan sedikit, namun ianya adalah yang terbaik
Yang memberikan getaran di dalam jiwa kita. 
Yang mampu menyedarkan kita bahawa kita ini adalah hambaNya.

Kita sudah melalui berapa kali Ramadhan ?
20 kali ? 10 kali ?

One quest that we should answer it , 
Di manakah kesan belasan/puluhan Ramadhan itu dalam diri kita hari ini ?

Dan jawapannya ....?
Tanya diri . Tanya iman . Tanya hati .

Jangan bazirkan lagi Ramadhan kita .
Ramadhan bukan sekadar ikut-ikitan atau adat semata-mata .
Lalui Hayati Ramadhan dengan faham , dengan penuh bermakna . 

Inject positivity , release negativity .

# Searching for lailatul qadr . 
Allahumma ballighna lailatul qadr . Ameen .


No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Transparent Teal Star