Google | Youtube | Al-Ahkam | IslamGRID | Islamic Research Foundation | Palestinkini | Dunia Muslim | Ilmu Sunnah |

Dec 12, 2012

Seindah Haura'

Bagaikan baru semalam
 aku dilahirkan ke dunia
persis bidadari kecil
berada dalam angan anganku sendiri
suci , tiada dosa .
Unik . Hebat . Ceria .
Fantasi bidadari kecil lebih hebat
daripada mereka yang dewasa .
Punya kronologi tersendiri .

Retrospeksi itu berlegar
di ruang minda .
Dan sekarang , 
aku sudah besar (hmm ?)
punya harapan besar .
Dan Dia mempertemukan pula 
dengan ujian yang besar .

Menyusuri detik demi detik sebuah kehidupan ,
kadang tersilap langkah ,
tersungkur di lurah .
Bangkit lagi buat kesekian kali ,
akanku tajdidkan kembali .
Dalam lubuk hati terpasang niat ,
ingin sekali menjadi sepertinya .
Seindah Haura' di syurga .

(model : Zainah a.k.a. Zuzu yg chumill )

    Al-Imam Ath Thabrani meriwayatkan sebuah hadis dari Ummu Salamah,
 bahawa dia berkata, "Ya Rasulullah, jelaskanlah padaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata indah ."
 (Ad Dukhan; 51-54)
    Baginda menjawab, "Bidadari yang kulitnya bersih, matanya indah dan lebar, rambut berkilau bak sayap burung Nasar.”

    Ummu Salamah berkata lagi, ”Jelaskanlah padaku Ya Rasulullah, tentang firman-Nya: Laksana mutiara yang tersimpan baik .”
 (Al Waqi’ah; 23)
    Baginda menjawab, ”Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, 
tak pernah tersentuh tangan manusia...”

    Aku bertanya, "Ya Rasulullah, jelaskanlah kepadaku tentang firman Allah:
 Di dalam surga itu ada bidadari yang baik dan jelita .”
(Ar Rahman; 70)
    Rasulullah menjawab, "Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita.”

    Aku bertanya lagi, "Jelaskanlah padaku firman Allah:
 Seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan baik.”
 (Ash-Shaffat; 49)
    Baginda menjawab, "Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada pada bagian dalam telur dan terlindung dari kulit bagian luarnya, atau yang biasa disebut putih telur.”

    Aku bertanya lagi, "Ya Rasulullah, jelaskan padaku firman Allah: 
Penuh cinta lagi sebaya umurnya .”
 (Al Waqi’ah; 37)
    Baginda menjawab, "Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal di dunia dalam usia lanjut dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Allah menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi, dan umurnya sebaya.”

    Aku bertanya, “Ya Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata indah?”
    Baginda menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat.”

    Aku bertanya, “Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari?”

    Baginda menjawab, “Karena solat mereka, puasa dan ibadah mereka pada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ’Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami redha dan tak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya’.”

AllahuRabbi .
Thabbit qulubana 'ala diinik .
Bidadari di mata keluarga , sudah dikira salah satu bukti cinta :)

2 comments:

eimuizduaf said...

Thanks for sharing ^_^v

رميزة زكية said...

n thanks for visiting ^^"

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Transparent Teal Star